Pemandangan

Belajar, Berilmu dan Beramal

Seminar

Belajar, Berilmu dan Beramal

Pelatihan

Belajar, Berilmu dan Beramal

Bersama Para Guru

Belajar, Berilmu dan Beramal

Workshop

Belajar, berilmu dan beramal

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2026

PISANG BAIK UNTUK DIET


21 Maret 2011KOMPAS.com — Jika ada jenis makanan yang nilai kalori dan kadar lemaknya rendah tetapi kandungan serat dan vitaminnya tinggi, tentu hal ini sangat ideal dijadikan pilihan dalam program pelangsingan. Salah satu makanan yang dapat merepresentasikan semua syarat tersebut adalah pisang. Selain padat akan nutrisi, pisang juga memiliki rasa yang enak dan dapat disantap kapan saja, baik saat sarapan, cemilan, maupun sebagai pelengkap dalam menu dessert. Pisang sejak lama dikenal sebagai salah satu makanan alami bernutrisi yang dapat membantu menurunkan berat badan.  Buah yang satu ini mengandung kadar potasium, magnesium, dan vitamin B6 dalam jumlah tinggi, tetapi jumlah kalorinya rendah.


Menurut data Discovery Health dan US Department of Agriculture's (USDA) National Nutrient Database, rata-rata sebuah pisang dengan panjang 7 hingga 8 inci mengandung sekitar 105 kalori. Bila dikaitkan dengan kebutuhan kalori setiap hari sekitar 2.000, mengonsumsi beberapa buang pisang dapat memenuhi kebutuhan beberapa nutrisi dan sebagian dari kecukupan kalori harian Anda. Seperti kebanyakan buah lainnya, pisang tidak mengandung banyak protein, selain juga sangat rendah kandungan lemaknya. Database USDA melaporkan, sebuah pisang berukuran besar memiliki kandungan lemak kurang dari setengah gram. Dengan perhitungan sekitar 9 kalori pada setiap satu gram lemak, Anda dapat mengonsumsi beberapa buah pisang dalam sehari dan itu tidak akan membuat lemak dalam tubuh Anda menumpuk.

Pisang juga sangat kaya akan kandungan serat sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.  Alhasil, Anda tidak perlu makan terlalu banyak saat santapan berikutnya dan terhindar dari kudapan tidak sehat.  Sebuah pisang berukuran besar mengandung 4 gram serat. Pisang dapat dipertimbangkan sebagai makanan  untuk memenuhi kebutuhan asupan serat harian sekitar 25 gram.

Indeks glikemik rendah
Di samping mengandung beragam nutrisi dan kemasan alami yang relatif aman, pisang juga memiliki indeks glikemik rendah  yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Indeks glikemik adalah peringkat seberapa cepat karbohidrat dari makanan dilepaskan ke dalam tubuh.  Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah akan melepaskan karbohidrat yang lambat ke dalam tubuh. 

Rendahnya indeks ini dapat mencegah penurunan atau kenaikan kadar gula darah sebagai sinyal yang fluktuatif pada tubuh Anda. Situs web Glycemic Index Foundation's menempatkan pisang pada indeks glikemik 51— nilai yang rendah di mana angka di atas 70 dipertimbangkan tinggi sedangkan di bawah 55 dikategorikan rendah.

Para ahli menganjurkan, makan pisang secara teratur sebaiknya diperlakukan sebagai salah satu bagian dari perubahan gaya hidup—termasuk diet sehat, melakukan olahraga kardiovakuler dan latihan kekuatan training—untuk menurunkan berat badan secara efektif. Mengonsumsi pisang sebaiknya tidak dijadikan sebagai hal utama, melainkan bagian kecil dari program pelangsingan.

Dari “Anak Terbodoh” Menjadi Jenius: Kekuatan Target dan Keyakinan Diri


Di Singapura, ada seorang tokoh bernama Adam Khoo yang kisah hidupnya menunjukkan bahwa perubahan besar bisa terjadi pada siapa saja. Pada usia 26 tahun, ia telah memiliki empat bisnis dengan total omzet mencapai 20 juta dolar Singapura (sekitar 140 miliar rupiah). Namun, siapa sangka bahwa masa kecilnya justru jauh dari kata gemilang.

Ketika berusia 12 tahun, Adam dikenal sebagai anak yang malas, kurang cerdas, bahkan dianggap tidak memiliki masa depan. Ia sangat gemar bermain game dan menonton televisi, sehingga semua nilai pelajarannya berada di tingkat terendah (F). Hal ini membuatnya semakin membenci guru, belajar, dan sekolah. Ia bahkan pernah dikeluarkan dari sekolah dan harus berpindah-pindah. Saat SMP, ia ditolak oleh enam sekolah karena dianggap sebagai siswa terburuk, hingga akhirnya diterima di sekolah dengan kualitas paling rendah.

Keadaannya semakin memprihatinkan. Dari 160 siswa, Adam berada di peringkat ke-10 dari bawah. Orang tuanya pun panik dan berusaha memberikan les tambahan. Namun, hasilnya tetap mengecewakan. Nilainya hanya berkisar 40 dari skala 0–100. Bahkan, ia tidak mampu mengerjakan soal matematika tingkat sekolah dasar.

Titik balik terjadi saat liburan sekolah, ketika orang tuanya mengikutkannya dalam program Super Teen Program yang dibimbing oleh Ernest Wong. Program ini menggunakan metode Accelerated Learning, NLP (Neuro-Linguistic Programming), dan Whole Brain Learning. Dari sinilah perubahan besar dimulai.

Adam mulai mengubah keyakinannya. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Jika orang lain bisa mendapatkan nilai A, mengapa saya tidak?” Untuk pertama kalinya, ia berani menetapkan target: mendapatkan nilai sempurna di semua mata pelajaran. Ia juga menetapkan tujuan jangka pendek untuk masuk ke Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), dan tujuan jangka panjang untuk diterima di National University of Singapore (NUS) serta menjadi mahasiswa terbaik.

Ketika kembali ke sekolah, ia dengan percaya diri menyampaikan cita-citanya. Teman-temannya menertawakan, bahkan gurunya meragukan. Namun, ejekan itu justru menjadi bahan bakar semangatnya.

Hasilnya luar biasa. Dalam tiga bulan, nilai rata-ratanya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, ia melesat dari peringkat terbawah ke peringkat 18. Saat kelulusan, ia berhasil meraih peringkat pertama dengan nilai A di semua mata pelajaran. Ia pun diterima di Victoria Junior College, lalu melanjutkan ke NUS. Di sana, ia terus berprestasi hingga masuk dalam Talent Development Program, yang hanya diperuntukkan bagi 1% mahasiswa terbaik.

Kisah Adam Khoo menunjukkan bahwa label “bodoh” bukanlah takdir. Perubahan besar dimulai dari keberanian menetapkan target dan keyakinan kuat untuk mencapainya. Dari seorang anak yang dianggap tidak berguna, ia menjelma menjadi pribadi yang cerdas dan sukses.

Pelajaran terpentingnya adalah: siapa pun bisa berubah, selama ia berani bermimpi, menetapkan tujuan, dan yakin kepada Allah