Pemandangan

Belajar, Berilmu dan Beramal

Seminar

Belajar, Berilmu dan Beramal

Pelatihan

Belajar, Berilmu dan Beramal

Bersama Para Guru

Belajar, Berilmu dan Beramal

Workshop

Belajar, berilmu dan beramal

Senin, 13 April 2026

Pernikahan: Bukan Sekadar Hari Bahagia

Muhammad Imam Najmudin 

Sabtu, 28 Maret 2026, saya dan istri menghadiri pernikahan putri dari Bapak Budi Raharjo di Klaten. Kegiatan ini menjadi momen spesial, baik bagi pengantin baru maupun bagi pasangan yang telah lama menjalani bahtera rumah tangga.

Bagi pengantin baru, hari tersebut merupakan titik awal perjalanan penting dalam kehidupan, yakni bersatunya dua insan melalui ikatan akad nikah yang sakral.

Momen ini terasa begitu istimewa karena disaksikan oleh banyak orang, keluarga, kerabat, dan sahabat yang hadir untuk memberikan doa dan dukungan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian, baik secara moril maupun materiil. Semua itu menjadi bekal berharga yang akan dikenang oleh pasangan dalam menapaki perjalanan kehidupan ke depan.

Selain itu, pernikahan juga menandai perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Status yang sebelumnya sendiri kini berubah menjadi berpasangan. Bersamaan dengan itu, hadir pula berbagai tanggung jawab baru yang harus diemban. Pola hidup, cara berpikir, hingga pengambilan keputusan akan mengalami penyesuaian. Inilah fase awal dari sebuah perjalanan panjang yang penuh dinamika, pembelajaran, dan penguatan komitmen.

Bagi pasangan yang telah lama menikah, momen menghadiri pernikahan menjadi refleksi mendalam. Ia mengingatkan kembali pada masa-masa awal ketika janji suci diikrarkan, penuh harap dan doa. Dari sini, tumbuh kesadaran bahwa perjalanan rumah tangga bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang menjaga komitmen, memperbaharui niat, dan terus berupaya berjalan di jalur yang telah disepakati bersama sejak awal.

Lebih dari itu, doa-doa yang terucap dalam setiap pernikahan terutama harapan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh keberkahan, sejatinya tidak hanya ditujukan kepada pengantin baru. Doa tersebut juga menjadi pengingat bagi setiap pasangan untuk senantiasa merawat hubungan, memperkuat keimanan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

Dengan demikian, menghadiri sebuah pernikahan bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi ruang perenungan dan penguatan nilai. Baik bagi pengantin baru maupun pasangan lama, momen ini menghadirkan makna yang dalam tentang komitmen, tanggung jawab, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.(MIN)

Halal bihalal Keluarga Besar Bani Abdul Jamil

 
Muhammad Imam Najmudin  

Selasa, 24 Maret 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Abdul Jamil. Pada hari tersebut, seluruh anggota keluarga, mulai dari anak hingga cucu, berkumpul dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Acara diawali dengan pembacaan silsilah keluarga Abdul Jamil sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus pengingat akan asal-usul keluarga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kyai H. Nasori Syam. Dalam pesannya, beliau berharap agar agenda silaturahmi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan.

Menjelang sesi akhir, disampaikan tausiyah oleh Muhammad Imam Najmudin bin Shodikin bin Sueb, putra dari Siti Umayah, yang merupakan anak pertama dari Bapak Abdul Jamil. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga diri dan keluarga, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur'an Surat At-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.” Ayat ini menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keluarga tidak hanya terbatas pada pasangan, tetapi juga mencakup anak-anak sebagai amanah yang harus dibimbing dengan baik.

Hal tersebut diperkuat dengan hadis yang menyatakan bahwa ketika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Oleh karena itu, mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan salehah merupakan investasi akhirat yang sangat berharga bagi orang tua. Anak yang dididik dengan baik tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi aset spiritual yang terus mengalirkan pahala bagi orang tuanya.

Dengan demikian, kegiatan halal bihalal Bani Abdul Jamil tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya bersama untuk menjaga, membimbing, dan memonitor perkembangan perilaku anak dan cucu agar tetap berada di jalan yang benar. 

Sebagai penutup, acara diisi dengan ramah tamah dan makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Hidangan sate yang disajikan turut menambah kehangatan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. (MIN)


Minggu, 05 April 2026

Menyambut Reuni 30 Tahun: Mengubah Rasa Canggung Menjadi Semangat Baru





Muhammad Imam Najmudin
 
Tanggal 23 Maret 2026 yang lalu menjadi hari yang sangat dinanti-nanti oleh rekan-rekan alumni SMPN Bulakamba Brebes angkatan 1995. Sebagai bagian di dalamnya, saya merasakan betul betapa berartinya momen ini. Walaupun kehadiran mungkin tidak mencapai 50%, setelah 30 tahun lamanya tidak bertemu, kerinduan itu tetap terasa kuat terutama bagi mereka yang selama ini merantau di luar kota.

Bertemu kembali dengan teman SMP menghadirkan perasaan yang unik. Secara fisik, cara berpikir, dan latar belakang kehidupan, kita semua tentu telah banyak berubah dibandingkan tiga dekade lalu. Reuni bisa menjadi sumber energi baru, tetapi di sisi lain juga dapat memunculkan rasa canggung, bahkan menurunkan kepercayaan diri bagi sebagian orang.

Perbedaan pencapaian ekonomi kerap membuat seseorang merasa kurang percaya diri atau enggan hadir. Padahal, reuni sejatinya adalah ruang untuk saling menguatkan. Di sinilah kita berbagi pengalaman, bertukar cerita, dan membuka peluang untuk saling membantu atau dalam bahasa sederhana kita dulu, saling menjaga “urusan dapur” masing-masing.

Namun demikian, ada sisi lain yang perlu disikapi dengan bijak. Reuni juga bisa menghidupkan kembali kenangan lama, termasuk kisah-kisah yang pernah terjalin. Fenomena “CLBK” (cinta lama bersemi kembali) sering menjadi cerita yang beredar. Bahkan, ada kisah nyata tentang rumah tangga yang terguncang setelah pertemuan kembali dengan mantan semasa sekolah. Ini menjadi pengingat bahwa kedewasaan dan komitmen tetap harus dijaga dalam setiap kebersamaan.

Di sisi positifnya, ketika anak-anak kita mulai memasuki fase dewasa, reuni justru dapat menjadi jembatan kebaikan: membuka peluang saling besanan, bertukar informasi tentang sekolah, pekerjaan, hingga peluang beasiswa. Lingkaran pertemanan lama, jika dikelola dengan niat baik, bisa menjadi jaringan sosial yang saling menguatkan lintas generasi.

Pada akhirnya, reuni bukan sekadar pertemuan nostalgia, melainkan cermin perjalanan hidup. Ia menguji sejauh mana kita mampu merawat persaudaraan tanpa terjebak dalam perbandingan, menjaga kenangan tanpa mengorbankan masa depan, serta memperluas silaturahmi tanpa melupakan batas-batas yang seharusnya dijaga. Dari sanalah, reuni menemukan maknanya: bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan arah hidup ke depan. (MIN)
.




Jumat, 03 April 2026

PISANG BAIK UNTUK DIET


21 Maret 2011KOMPAS.com — Jika ada jenis makanan yang nilai kalori dan kadar lemaknya rendah tetapi kandungan serat dan vitaminnya tinggi, tentu hal ini sangat ideal dijadikan pilihan dalam program pelangsingan. Salah satu makanan yang dapat merepresentasikan semua syarat tersebut adalah pisang. Selain padat akan nutrisi, pisang juga memiliki rasa yang enak dan dapat disantap kapan saja, baik saat sarapan, cemilan, maupun sebagai pelengkap dalam menu dessert. Pisang sejak lama dikenal sebagai salah satu makanan alami bernutrisi yang dapat membantu menurunkan berat badan.  Buah yang satu ini mengandung kadar potasium, magnesium, dan vitamin B6 dalam jumlah tinggi, tetapi jumlah kalorinya rendah.


Menurut data Discovery Health dan US Department of Agriculture's (USDA) National Nutrient Database, rata-rata sebuah pisang dengan panjang 7 hingga 8 inci mengandung sekitar 105 kalori. Bila dikaitkan dengan kebutuhan kalori setiap hari sekitar 2.000, mengonsumsi beberapa buang pisang dapat memenuhi kebutuhan beberapa nutrisi dan sebagian dari kecukupan kalori harian Anda. Seperti kebanyakan buah lainnya, pisang tidak mengandung banyak protein, selain juga sangat rendah kandungan lemaknya. Database USDA melaporkan, sebuah pisang berukuran besar memiliki kandungan lemak kurang dari setengah gram. Dengan perhitungan sekitar 9 kalori pada setiap satu gram lemak, Anda dapat mengonsumsi beberapa buah pisang dalam sehari dan itu tidak akan membuat lemak dalam tubuh Anda menumpuk.

Pisang juga sangat kaya akan kandungan serat sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.  Alhasil, Anda tidak perlu makan terlalu banyak saat santapan berikutnya dan terhindar dari kudapan tidak sehat.  Sebuah pisang berukuran besar mengandung 4 gram serat. Pisang dapat dipertimbangkan sebagai makanan  untuk memenuhi kebutuhan asupan serat harian sekitar 25 gram.

Indeks glikemik rendah
Di samping mengandung beragam nutrisi dan kemasan alami yang relatif aman, pisang juga memiliki indeks glikemik rendah  yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Indeks glikemik adalah peringkat seberapa cepat karbohidrat dari makanan dilepaskan ke dalam tubuh.  Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah akan melepaskan karbohidrat yang lambat ke dalam tubuh. 

Rendahnya indeks ini dapat mencegah penurunan atau kenaikan kadar gula darah sebagai sinyal yang fluktuatif pada tubuh Anda. Situs web Glycemic Index Foundation's menempatkan pisang pada indeks glikemik 51— nilai yang rendah di mana angka di atas 70 dipertimbangkan tinggi sedangkan di bawah 55 dikategorikan rendah.

Para ahli menganjurkan, makan pisang secara teratur sebaiknya diperlakukan sebagai salah satu bagian dari perubahan gaya hidup—termasuk diet sehat, melakukan olahraga kardiovakuler dan latihan kekuatan training—untuk menurunkan berat badan secara efektif. Mengonsumsi pisang sebaiknya tidak dijadikan sebagai hal utama, melainkan bagian kecil dari program pelangsingan.

10 Cara Menjadi Orang Tua Efektif

Menjadi orangtua ideal memang tidak memiliki rumus pasti. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, sehingga tidak ada satu cara yang bisa diterapkan untuk semua. Namun, ada beberapa prinsip yang dapat membantu orangtua menjadi lebih efektif dalam mendidik dan membangun hubungan yang baik dengan anak.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
  1. Kenali karakter anak, pahami apakah anak cenderung pemalu, aktif, atau periang. Perlakukan anak sesuai dengan karakternya, dan jangan memaksanya menjadi orang lain.
  2. Berikan pujian, hargai setiap hal baik yang dilakukan anak, sekecil apa pun. Pujian yang diberikan segera akan membuat anak merasa dihargai dan termotivasi.
  3. Libatkan anak dalam keluarga, ajak anak ikut serta dalam kegiatan atau keputusan keluarga sesuai usianya, seperti memilih tujuan liburan atau membantu pekerjaan ringan di rumah.
  4. Manfaatkan waktu kebersamaan, gunakan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri dengan anak, seperti saat perjalanan atau menonton bersama, sambil menanamkan nilai-nilai positif.
  5. Sediakan waktu khusus, luangkan waktu berdua saja dengan anak, misalnya saat mengantar atau menjemput sekolah, agar hubungan semakin dekat.
  6. Terapkan disiplin dengan bijak, disiplin tetap penting, namun harus konsisten antara orangtua dan pengasuh. Hindari menjadikan hukuman sebagai cara utama dalam mendidik.
  7. Jadilah teladan, anak belajar dari apa yang dilihat. Sikap orangtua akan menjadi contoh langsung bagi anak dalam bersikap dan berperilaku. 
  8. Tunjukkan kasih sayang, ungkapkan rasa sayang melalui kata-kata, pelukan, atau perhatian kecil. Hal ini sangat berarti bagi perkembangan emosional anak.
  9. Bangun komunikasi yang baik, berkomunikasilah dengan lembut dan penuh perhatian. Kontak mata dan cara penyampaian yang tenang akan membuat anak lebih mudah memahami.
  10. Kendalikan emosi saat menyelesaikan masalah, hindari berbicara atau mengambil keputusan saat sedang marah, karena kata-kata yang keluar bisa melukai dan membekas pada anak.
Menjadi orangtua yang efektif bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus belajar memahami anak dan memperbaiki diri. Dengan pendekatan yang penuh kasih, komunikasi yang baik, dan keteladanan, orangtua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, dan berakhlak baik.